Polisi di Batang, Jawa Tengah, Sajikan Pesan Keamanan Lewat Khutbah Jumat Keliling

Batang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus berupaya mengangkat prestasi para personelnya dalam berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan tujuan memperbaiki citra lembaga yang mereka wakili. Peran polisi kini telah melebar dari sekedar penegakan hukum dan penangkapan pelaku kejahatan. Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan yang lebih mendalam dengan masyarakat, dengan memberikan pemahaman yang lebih dalam melalui pendekatan yang sesuai dengan konteks setempat.

Dalam konteks ini, Bripka Luqmanul Hakim, PS. Kanitbinmas Polsek Reban Polres Batang, Polda Jateng, telah memberikan contoh teladan yang patut diapresiasi. Melalui inovasi “Jubahling” atau khutbah Jumat keliling, Bripka Luqmanul Hakim tak hanya menyampaikan pesan-pesan moral agama, melainkan juga menyelipkan pesan-pesan penyuluhan tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Bahkan dalam menghadapi momen penting seperti pesta demokrasi lima tahunan atau pemilihan umum, Bripka Luqmanul Hakim mengingatkan umat Islam agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh berita-berita yang bertujuan memecah belah persatuan umat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam khutbahnya, ia juga kerap kali menggarisbawahi betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap tindak kejahatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman bersama.

Program “Jubahling” yang digagas oleh Bripka Luqmanul Hakim dijalankan setiap hari Jumat di berbagai masjid yang tersebar di wilayah hukum Polsek Reban. Melalui program ini, ia berharap dapat terus menjalin hubungan yang erat dan harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Ia mengungkapkan, “saya merancang program ini untuk lebih mendekatkan diri sebagai anggota Polri kepada masyarakat. Dengan harapan, masyarakat akan merasa nyaman dan percaya untuk berbicara serta berbagi keluh kesah mereka,” bebernya.

Ia menambahkan, akan mendengarkan dengan tulus setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

“Aspirasi tersebut nantinya akan saya sampaikan kepada pimpinan serta tiga pilar di tingkat lokal, yaitu Babinsa, Bhabhinkamtibmas, dan pemerintah daerah, demi bersama-sama mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Motivasi mendalam yang mendorong Bripka Luqmanul Hakim dalam menciptakan program “Jubahling” ini adalah pesan bijak yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang terekam dalam sebuah hadis: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Dengan kata lain, Bripka Luqmanul Hakim berupaya turut serta dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ia tidak hanya ingin menjadi penegak hukum semata, tetapi juga sosok yang peduli dan memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program “Jubahling,” ia berusaha untuk menjembatani kesenjangan antara aparat kepolisian dan masyarakat, membangun kerja sama yang lebih erat, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi seluruh warga Batang. (*)

Artikulli paraprakPLN Nusantara Power Gelar Konferensi GENIUS dan Amankan 4 MoU Pengembangan EBT
Artikulli tjetërResmikan 78 Huntap Pasca Banjir Bandang di Bondowoso, Gubernur Khofifah Harap Masyarakat Bisa Lebih Tenang dan Nyaman Dilengkapi MCK, Dekat Fasilitas Umum