Syafrudin Budiman: Koalisi Indonesia Maju Adalah Koalisi Nasionalis Tengah atau Nasionalis Religius

Prosiar, Jakarta – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Syafrudin Budiman SIP mengatakan, bergabungnya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) menjadi bukti capres Prabowo Subianto sangat diterima masyarakat luas. Deklarasi dukungan Partai Demokrat semakin memperkuat posisi popularitas dan elektabilitas Capres Prabowo Subianto.

“Selamat atas bergabungnya Partai Demokrat di Koalisi Indonesia Maju (KIM). Dukungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi bukti Prabowo Subianto semakin dekat untuk terpilih menjadi Presiden RI,” kata pria yang disapa Gus Din saat ditemui di arena rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (21/9/2023) malam.

 

Menurut Bakal Calon Anggota Legeslatif (Bacaleg) PAN DPR RI Dapil DKI Jakarta I Jakarta Timur ini, dengan kekuatan 45,39 persen kursi di DPR RI akan menjadi kokoh di KIM Dimana terdiri gabungan dari Partai Golkar 85 kursi, Partai Gerindra 78 kursi, Partai Demokrat 54 kursi dan PAN 44 kursi.

“Dengan modal jaringan 4 Partai Politik besar ditambah PBB, PSI, Partai Gelora, Partai Garuda dan  Partai Prima semakin kokoh. Apalagi di parlemen gabungan partai sudah mencapai 45,39 persen, tentu hal ini semakin mengakar ke akar rumput,” jelas Syafrudin Budiman.

Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP-BP) organisasi Relawan Prabowo 08 ini juga mengatakan, KIM adalah koalisi nasional tengah. Dimana terdiri dari partai-partai nasionalis yang memiliki basis-basis kalangan religius.

“Koalisi Indonesia Maju (KIM) adalah koalisi nasionalis tengah dengan landasan dan akar perjuangan memperkokoh Pancasila dan UUD 1945. Bisa disebut koalisi ini adalah Koalisi Nasionalis Tengah/Koalisi Nasionalis Religius,” sebut Gus Din menutup komentarnya.

 

Partai Demokrat Resmi Mendukung Prabowo Subianto Capres 2024-2029

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto resmi dideklarasikan Partai Demokrat sebagai bakal calon presiden (capres) dari pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ia pun berterima kasih atas amanat yang diberikan partai berlambang bintang mercy itu lewat forum rapat pimpinan nasional (Rapimnas).

“Terima kasih atas kepercayaan ini, atas harapan yang kalian berikan kepada saya. Terima kasih atas kehormatan yang telah diberikan kepada saya,” ujar Prabowo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (21/9/2023) malam.

Menteri Pertahanan (Menhan) itu siap memberikan segalanya dan bekerja keras bersama partai politik yang ada dalam Koalisi Indonesia Maju. Tujuan utamanya adalah menggapai cita-cita untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Saudara-saudara sekalian, suatu bangsa yang merdeka apabila kemerdekaan tersebut bisa memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah yang jadi cita-cita pendiri bangsa dan semua presiden kita,” ujar Prabowo.

Prabowo sendiri dipandang Partai Demokrat sebagai sosok yang mampu membangun kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi masa depan. Sosok pemimpin yang mampu mengimplementasikan visinya ketika menerima mandat rakyat.

Partai Demokrat juga memandang Prabowo sebagai pemimpin yang bisa membangun sinergi kolaboratif antar elemen dan partai politik. Sosok pemimpin yang sadar dirinya bukan superman, dan karenanya membutuhkan super team lewat Koalisi Indonesia Maju.

“Terpenting adalah senantiasa dengan menyambung kata dengan perbuatan. Visioner sekaligus man of action,” ujar AHY.

Partai Demokrat menitipkan dua harapan besar kepada Prabowo. Pertama adalah menghadirkan kesinambungan dari keberhasilan pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo.

“Ini adalah makna hakiki dari kesinambungan lintas generasi kepemimpinan. Terlebih ketika berbicara tentang kerangka dasar bernegara, kita harus jaga dan tegakan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar AHY. (red)