Syafrudin Budiman Bacaleg Muda PAN, Kuliah Lagi Ikuti Paparan Pandangan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN

Prosiar, Jakarta – Bakal Calon Anggota Legeslatif (Bacaleg) Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Dapil DKI Jakarta I Syafrudin Budiman SIP hadir mengikuti Kuliah Umum Arah Kepemimpinan Nasional. Dimana hadir pembicara utama Zulkifli Hasan Ketua Umum DPP PAN di Hall Utama kantor DPP PAN Jl. Amil 7 Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (30/01/2023).

Acara ceramah dan kuliah umum Bang Zulhas sapaan akrabnya dalam rangka memberikan Visi Kepemimpinan Indonesia kedepan. Yang mana hadir anak-anak muda yang magang di PAN (Mapan), Bacaleg PAN DPR RI, para kader dan anggota PAN.

“Alhamdulillah saya bisa hadir di Kuliah Umum Arah Kepemimpinan Nasional mendengarkan paparan Bang Zulhas (red-Zulkifli Hasan). Banyak pengalaman, pandangan, gagasan dan tujuan politik yang disampaikan sebagai materi kepemimpinan politik masa depan,” kata Syafrudin Budiman SIP atau biasa disapa Gus Din.

Menurut Sarjana Ilmu Politik lulusan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini, dirinya hadir di acara Kuliah Umum bersama.Bang Zulhas serasa hadir ke kampus saat mahasiswa. Banyak catatan dan literasi sejarah yang disampaikan Bang Zulhas tentang agitasi dan propaganda politik PAN.

“PAN lahir sebagai Partai Politik di jaman Reformasi 1998. Dimana kran demokrasi terbuka lebar dan arus perubahan politik menjadi catatan kaum muda dari masa ke masa hingga saat ini menuju Pemilu 2024,” tukas Gus Din.

Selian hadir di acara kuliah umum, Syafrudin Budiman menyempatkan untuk belajar dan diskusi dengan senior-senior dan sejawat di DPP PAN. Tampak Gus Din bicara santai dan mendengarkan arahan para senior politisi PAN yang sudah malang melintang.

“Usai acara kuliah umum bersama Bang Zulhas, kita sempatkan diskusi dengan Edy Soeparno Sekjen DPP PAN, Viva Yoga Mauladi Waketum DPP PAN dan Prof. DR. Zainuddin Maliki, M.Si Anggota DPR RI/Ketua DPW PAN Jawa Tengah dan Bima Arya Walikota Bogor. Selain itu diskusi bersama Slamet Nur Ahmad Effendi Wasekjen DPP PAN, Ahmad Litiloly Pengurus PAN Boven Digul Papua, dan pengurus lainnya,” terang Gus Din penuh senyum gembira.

Zulkifli Hasan Bicara Kepemimpinan Nasional dan Penanganan Personal Ekonomi Nasional 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pengalamannya terkait strategi mengatasi permasalahan kelangkaan minyak goreng yang belakangan sempat terjadi di Tanah Air.

Menurut Zulkifli, hal tersebut dilakukan selama kurang lebih dua minggu, setelah dirinya menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia.

“Persis seperti saat ini, jadi minyak goreng itu kemelutnya 30 Januari dan puncaknya 15 Juni saya diangkat sebagai Menteri Perdagangan. Jadi dua minggu saat itu minyak goreng bisa teratasi,” kata Zulkifli dalam Kuliah Umum: Arah Kepemimpinan di Kantor DPP Partai PAN, Senin (30/01) dilansir dari ApaHabar.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menjelaskan bagaimana strategi menemukan instrumen yang tepat, untuk mengatasi permasalahan tersebut hingga akhirnya terselesaikan.

“Saat itu saya tidak mau lagi seperti itu, bisa terselesaikan karena kalau kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Bekerja dengan hati serta background yang kita punya, kerjanya detail ketemu itu instrumennya,” ungkapnya dihadapan para mahasiswa.

Bahkan, kata Zulfikli, saat itu pemerintah melarang ekspor sehingga apabila kebijakan yang diambil tidak tepat, maka dia menilai akan tumbuh menjadi boomerang.

“Seluruh CPO itu untuk dalam negeri ekspor engga boleh. CPO yang banyak, diolah menjadi minyak goreng. Instrumen tidak tepat karena yang menyalurkan saat itu Bulog, BUMN PPI dan lainnya,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat berduyun-duyun mengantri di Bulog dan PPI sehingga terjadi antrian pembelian minyak goreng yang cukup panjang, sehingga berujung dengan isu kelangkaan minyak goreng di masyarakat.

“Saat itu, orang malah berduyun-duyun mengantri di Bulog, PPI sehingga antrian menjadi panjang, malah jadi isu minyak goreng susah padahal ekspor pun sudah di larang. Nah itu kita perbaiki dengan menyediakan minya goreng di setiap pelosok,” jelasnya.

Dalam Kebijakan Crisis Center, Zulkifli menuturkan, saat itu pemerintah melalui Kemendag membuat kebijakan Crisis Center dan dilakukan selama waktu kurang lebih dua minggu.

“Permasalah saat ini, karena minyak itu sudah ada dimana-mana, pasarnya bagus semua orang kalau beli minyak kita akhirnya di pasar menjadi kurang kita dan tentu menurut saya ini menjadi sebuah tantangan baru,” katanya.

Tak hanya itu, dia juga menceritakan dirinya sempat mengambil langkah dengan memanggil semua pengusaha untuk turut mengatasi permasalah minyak goreng.

 

“Saya juga sempat mengambil langkah setelah memanggil semua pengusahanya, jadi jika dulu stoknya 300 ribu perbulan atau sekitar 300 ribu ton, saya tadi sudah sepakat untuk menambah 50 persen menjadi 450 ribu,” ujarnya.

Zulkifli menerangkan semua pengusaha untuk menaikan jika hak tersebut tidak dilakukan, maka pihaknya akan mengambil tindakan terlebih saat ini menjelang Bulan Puasa dan Lebaran.

“Mudah-mudahan langkah cepat ini bisa mengatasi walaupun kadang-kadang apa yang terjadi tak terduga. Apalagi nanti bulan Maret hingga April mendatang kita menghadapi Bulan Puasa dan Lebaran,” tegasnya. (red)