Danrem Wijayakusuma Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda Bersama Forkopimda Banyumas

Purwokerto, ProSiar.com – Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Czi Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., hadiri Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda bersama Forkopimda Banyumas, di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Banyumas. Sabtu (28/10/2023).

Selaku Irup, Pj. Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro dan diikuti peserta upacara dari unsur TNI, Polri, Pemda, Ormas, Organisasi Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar serta Organisasi Kewanitaan Banyumas.

Sementara itu, di Makorem 071/Wijayakusuma upacara Hari Sumpah Pemuda ke-95 selaku Irup Ws. Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Slamet Haryanto dan diikuti segenap prajurit dan PNS Makorem 071/Wijayakusuma dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma.

Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo dalam amanat tertulisnya mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan setiap tahun mengingatkan akan semangat patriotisme dan komitmen kebangsaan dari para pemuda yang tertuang dalam isi Sumpah Pemuda.

Momentum ini mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah gotong royong seluruh elemen pemuda yang berhasil menebar semangat jiwa patriotisme sekaligus menyatukan visi kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928 yang melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia,” katanya.

Menpora menyebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023 mengusung tema Bersama Majukan Indonesia dengan logo HSP ke-95 yang bermakna membentuk stilasi barisan manusia yang menyimbolkan kolaborasi dan warna-warni menunjukkan keanekaragaman suku, bahasa, dan budaya. Heterogenitas tersebut sebagai sumber kekuatan dalam memajukan Indonesia.

Lanjut dalam amanat tertulisnya, Menpora mengungkapkan, pemerintahan Republik Indonesia telah membuka luas partisipasi pemuda pemudi generasi muda Indonesia hari ini telah seiring sejalan mewujudkan harapan masa depan Indonesia bersama-sama.

Ditambahkannya, inklusifitas dalam ekosistem kolaborasi lintas generasi juga telah membangun optimisme kolektif bahwa sekarang para pemuda pemudi mendapatkan tempat terhormat di dalam pembangunan nasional. Di samping itu, posisi Indonesia memang sedang berproses menyelesaikan persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, ujaran kebencian serta sejumlah problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti melaju menuju Indonesia maju dan menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Di sisi lain, menurutnya, perkembangan teknologi terkini dan arus informasi yang semakin cepat membuat kesenjangan penguasaan terhadap teknologi dan informasi antar generasi. Demikian halnya dengan tatanan sosiokultural, politik, dan bahkan bisnis yang dikontestasi. Kita perlu bertanya apakah artificial intelligence telah digunakan optimal secara masif.

Menpora menilai, mengimbangi percepatan dan perubahan itu saja sudah cukup membuat kewalahan. Untuk itu, penguasaan oleh pemuda terhadap teknologi dan Informasi serta literasi digital menjadi sesuatu yang harus diseriusi.

Oleh karena itu, setiap pemuda perlu mempunyai visi, misi dan peran strategis untuk 30 tahun mendatang agar pembangunan dapat berlari lebih cepat. Strategi paling ampuh adalah dengan tolong-menolong lintas generasi dan gotong royong lintas sektor.

Dijelaskannya, kerja kolaboratif ini sesuai dengan amanah Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dan juga sesuai dengan Perpres No. 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan agar implementasi koordinasi lintas sektor tersebut efektif menuju pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), maka momen Hari Sumpah Pemuda kali ini harus dicanangkan kebulatan tekad semua stakeholder, baik Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, Organisasi Kepemudaan, Komunitas serta elemen-elemen lain.

Mengakhiri amanat tertulisnya, Menpora juga mengajak, agar momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 kali ini dapat dijadikan sebagai momentum membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri.

Tim ProSiar.com

Artikulli paraprakPimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Blitar, Gubernur Khofifah: Gaungkan Nafas Keteladanan dan Kepahlawanan Pemuda Extra Ordinary Asal Blitar
Artikulli tjetërKetua Forum Tapol/Napol Jawa Timur : Sudah Saatnya Pemuda Memimpin