Netty Prasetiyani: Indonesia Maju dan Sejahtera Dimulai dari Pembangunan Keluarga

Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR RI

PROSIAR – Suasana penuh semangat dan penuh kegembiraan, tergambar dalam acara sosialisasi penguatan pendataan keluarga kelompok sasaran bangga kencana bersama mitra tahun 2021, yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama dengan anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si. di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (26/09/2021).

Netty Prasetiyani yang hadir sebagai narasumber utama sosialisasi tersebut, terlihat sangat bersemangat menyapiakan materinya tentang pentingnya sebuah perencanaan keluarga, dalam upaya pembangunan keluarga sejahtera.

“Keluarga adalah tempat kita berlabuh, melabuhkan cinta dan harapan. Keluarga adalah oase, pokoknya banyak sekali yang bisa kita perumpamakan untuk keluarga,” tutur Netty Prasetiyani dihadapan para peserta sosialisasi.

dari kiri, Wahidah, Netyy Prasetiyani, Harpeni

Dilanjutkan Netty, kemajuan negara ini, kemajuan bangsa ini berawal dari kemajuan sebuah keluarga. Sehingga menurutnya, sebelum membangun negara ini, terlebih dahulu kita harus membangun keluarganya.

“Jadi jangan pernah mencita-citakan Indonesia maju dan sejahtera, kalau tidak dimulai dari pembangunan keluarga,” lanjutnya.

Dikatakan Netty, saat ini BKKBN saat ini taglinenya sudah berubah menjadi Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.

“BKKBN menempatkan pembangunan keluarga di depan dari tagline barunya. Jadi BKKBN kini memiliki wajah baru, menempatkan pembangunan keluarga menjadi orientasi utama menjadi prioritas dari program dan kegiatan BKKBN,” tambah Netty.

Lebih lanjut anggota Fraksi PKS ini menegaskan, bahwa keluarga adalah institusi sosial terkecil yang menentukan kemajuan sebuah bangsa.

“Seluruh urusan pemerintahan sejatinya dilakukan oleh keluarga, pendidikan anak usia dini dimana itu dilakukan, dikeluarga. Kalau kemudian ibu Wahidah punya PR menuntaskan stunting menurunkan stunting karena BKKBN berdasarkan Perpres nomor 72 tahun 2021 sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting nasional, angka stunting kita masih di 27%, pak presiden minta diturunkan ke angka 14%, stunting itu sebagian besarnya diselesaikan juga di keluarga,” beber Netty panjang lebar.

Peserta sosialisasi

Hadir juga diacara tersebut Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN RI, Ibu Wahidah P,S.SOS,M.SI. Wahidah menyampaikan pemaparan tentang program-program yang tengah dijalankan BKKBN saat ini.

“Kami punya program namanya bina keluarga balita dan anak. Dengan keluarnya Perpres nomor 72 tahun 2021, tentang percepatan penanganan stunting, program itu masuk keditu. Trus yang kedua bina keluarga remaja. Remaja itu adalah calon-calon penerus kita. Dalam bina keluarga remaja ini, perancanaan keluarga itu harus disampaikan bagiaman nanti remaja-remaja ini nanti menjadi orang tua, ayah/ibu itu nanti merencanakan kehidupannya, dan juga di remaja ini juga merencanakan pendidikannya, bekerja seperti apa nanti setelah berkeluarga. Ada juga bina keluarga lansia,” beber Wahidah panjang lebar.

Wahidah

Selain kedua narasumber tersebut, juga hadir Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Barat Bapak Irfan Indriastono, S.S, M.Si, yang juga menjelaskan tentang pentingnya pembekalan bagi remaja. Menurutnya, pembekalan kepada remaja sangat penting, Karena mereka nanti akan menjadi calon ayah atau ibu.

Acara ini juga dihadiri Sekretaris Dinas P3AP2KB Kota Cirebon Bapak Drs. Harpeni Hariyanti, Sub Koordinator Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Barat Ibu Sekar Andjung T, S.Pd, serta Lurah Kecapi Ibu Mimin Minarsih, S.Sos.

Penyelenggaraan acara ini tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan dengan mewajibkan semua peserta menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.(art)